
Tata Kelola Ekowisata Berkelanjutan; Pemetaan Aktor, Mekanisme Koordinasi dan Keputusan Partisipatif
ISBN
(dalam proses)Sinopsis
Tata Kelola Ekowisata Berkelanjutan: Pemetaan Aktor, Mekanisme Koordinasi, dan Keputusan Partisipatif adalah buku yang membahas bagaimana ekowisata dapat dikelola secara adil, efektif, dan ramah lingkungan melalui pendekatan tata kelola kolaboratif. Buku ini menempatkan ekowisata bukan sekadar aktivitas wisata, tetapi sebagai sistem sosial ekologis yang melibatkan banyak pihak, kepentingan, dan risiko mulai dari konservasi alam, kesejahteraan masyarakat lokal, hingga keberlanjutan ekonomi destinasi.
Di bagian pemetaan aktor, buku ini menguraikan peran dan hubungan para pemangku kepentingan utama: masyarakat lokal, pemerintah desa/daerah, kelompok pengelola ekowisata, pelaku usaha, LSM, akademisi, dan pihak konservasi. Pembaca diajak memahami siapa melakukan apa, sumber daya apa yang dimiliki, tingkat pengaruh dan kepentingan masing-masing aktor, serta potensi konflik maupun peluang sinergi. Pemetaan ini menjadi fondasi untuk merancang model pengelolaan yang tidak timpang, sekaligus memastikan manfaat ekowisata tidak hanya terpusat pada segelintir pihak.
Bagian mekanisme koordinasi menekankan pentingnya struktur kerja bersama yang jelas dan berkelanjutan, seperti pembentukan tim pengelola kolaboratif, forum musyawarah, pertemuan rutin, serta sistem komunikasi dan pertukaran data. Buku ini menjelaskan cara membangun kesepakatan lintas aktor, menyusun SOP pengelolaan, membagi peran operasional, serta menciptakan mekanisme resolusi konflik. Koordinasi yang baik diposisikan sebagai kunci untuk menjaga kualitas layanan wisata, keselamatan, konservasi, dan kepastian manfaat ekonomi bagi warga.
Selanjutnya, bagian keputusan partisipatif menjelaskan bagaimana perencanaan, pengelolaan–pengawasan, dan pembagian manfaat dapat diputuskan secara inklusif. Buku ini mendorong praktik seperti konsultasi publik, musyawarah berbasis bukti, transparansi keuangan, dan keterwakilan kelompok rentan (perempuan, pemuda, kelompok adat) dalam pengambilan keputusan. Keputusan partisipatif dipahami sebagai cara membangun legitimasi, meningkatkan kepatuhan, dan memperkuat rasa memiliki masyarakat terhadap destinasi sehingga keberlanjutan tidak bergantung pada proyek sesaat.
